Bisnis Parkiran Kampus
Sempitnya lahan di perkotaan Jakarta membuat sebagian orang kewalahan jika mempunyai kendaraan bermotor. Baik itu mobil ataupun motor. Jalanan yang lebarnya hanya segitu-gitu aja juga membuat makin macet. Jalanan dipenuhi kendaraan bermotor.
Kampus STEI yang dulunya jika kita kuliah, lahan parkir tersedia cukup luas. Tapi belakangan terakhir ini pun lingkungan kampus menjadi semrawut parkirannya. Mahasiswa ataupun dosen dengan seenaknya parkir disembarang tempat.
Yang membuat lebih prihatin lagi adalah, semua mahasiswa yang mempunyai kendaraan baik itu motor ataupun mobil harus membayar parkir. Bayangkan diwilayah kampus sendiri berapa biaya yang di keluarkan oleh seorang mahasiswa dalam 1 semester untuk biaya parkir.
Ambil contoh jika mahasiswa mengambil kuliah 1 semester 15 SKS, yang kalau dibagi hari satu mata kuliah dengan biaya parkir Rp.1000. Kalau di kalikan dengan jumlah pertemuan kuliah, maka biaya yang harus dikeluarkan oleh mahasiswa adalah Rp.80.000/ semester.
Kalau dikalikan lagi dengan jumlah minimal mahasiswa persemester adalah 1.000 orang, maka pendapatan biaya parkir ilegal ini sebanyak Rp.80.000.000. Sebuah angka yang fantastis.
Itu belum termasuk mahasiswa yang sekedar main atau ada keperluan lain dikampus.Bisa lebih tentunya angka tersebut. Yang menjadi pertanyaan adalah kemana semua uang hasil parkiran tersebut?
Apakah mahasiswa STEI sudah tidak peka akan lingkungannya? Terutama para wakil kita di senat mahasiswa STEI!!!!
Dimana kalian berada? Apakah mata, telinga kalian tertutup oleh kesibukan rapat-rapat yang hanya menghabiskan dana kemahasiswaan?
October 01 2008 04:49 pm | Seputar Kampus


