Ternyata jalur menuju shelter III lebih berat lagi dibandingkan jalur yang menuju shelter II, disini jalurnya benar - benar curam karena Paritnya begitu dalam sekitar 2m dan tanahnya sangat licin. Shelter III merupakan tempat terbuka dan tempat camp terakhir untuk menuju puncak kerinci, jalur menuju puncak kerinci dari shelter III merupakan batuan pasir yang keras dan licin jarak sekitar 3 km dengan sudut kemiringan diatas 45 derajat. Karena kondisi tim yang tidak sempat sarapan sebelum menuju puncak akhirnya perjalanan menuju puncak cukup lambat karena tim harus jalan sambil memakan makanan kecil yang dibawa menuju puncak untuk mengisi tenaga. Sampai puncak anggota tim yang masuk pertama pukul 07 : 28 dan disusul dengan anggota tim lainnya. Sampai puncak tim segera membuat dokumentasi untuk pihak LION AIR dan Kampus STEI. Karena angin dipuncak sangat kencang dan bau belerang yang sangat kuat sehingga membuat tim kesulitan untuk menghirup oksigen akhirnya tim memutuskan segera turun.
Bivak tempat berteduh dan bermalam di belantara. Sepintas lalu memang terkesan seadanya. Membuat tempat perlindungan jadi penting ketika terjadi hal-hal darurat. Padahal, bivak tak hanya dibuat ketika darurat saja, tetapi juga dipakai pada saat membuat camp sementara. Faktor kenyamanan juga turut berbicara di sini. Pastinya, membuat bivak tidak ada bedanya dengan kita membuat rumah dalam kehidupan sehari-hari. Dan jangan lupa, sering-sering berguru pada masyarakat lokal dan suku-suku di pedalaman.
Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan ketika kita memutuskan untuk membuat bivak, yaitu jangan sekali-kali membuat bivak pada daerah yang berpotensi banjir pada waktu hujan. Di atas bivak hendaknya tak ada pohon atau cabang yang mati atau busuk. Ini bisa berbahaya kalau runtuh. Juga jangan di bawah pohon kelapa karena jatuhnya kelapa bisa saja terjadi tiba-tiba.
Seorang awam (tidak memiliki cukup penagalaman di hutan dan gunung) mungkin segera akan menilai bahwa bahaya dihutan adalah sbb :
`Hutan dan gunung adalah wilayah berkeliarannya binatang-binatang buas pemangsa yang setiap detik siap memangsa manusia yang memasuki wilayahnya. Tumbuh-tumbuhan yang lebat saling berbelit dan rimbunnya dedaunan akan menghambat sinar matahari dan menimbulkan kegelapan yang segera akan menyesatkan arah perjalanan kita. Legenda tentang batang kayu besar yang tumbang serta dipenuhi lumut dan ketika seseorang menancapkan lumut atasnya segera menyemburlah darah. Dan batang kayu itu menggeliat; ternyata batang kayu itu adalah tubuh seekor ular yang sangat besar yang segera akan marah dan menelan manusia yang menyakitinya. Bayang-bayangan sejenis itu adalah wajar dimiliki oleh seorang awam. Sebagian ada benarnya tapi sebagian lagi adalah hal-hal yang sangat dilebih-lebihkan’
Survival kit adalah suatu peralatan atau satu kotak /tas peralatan survival yang umumnya dapat di gunakan semua jenis daerah seperti gunug,hutan,padang pasir dan laut.Jenis survival diatas adalah yang dibuat khusus untuk penerbang pesawat militer.
Untuk seorang penjelajah ataupun petualang survival kit merupakan perlengkapan dasar yang harus dimiliki dan harus sesuai dengan perjalanannya.
Survival kit dapat dibuat sendiri,carilah kaleng yang tertutup dan tidak bocor.ukuran cukup kecil tetapi dapat memuat alat yang di perlukan.Pada saat mengisi kotak survival kit usahakan tidak ada tempat yang kosong yang memungkinkan peralatan didalamnya bergerak.
Biasakan selalu membawa survival kit dalam setiap perjalanan,karena dengan survival kit satu set perlengkapan sudak dimiliki untuk keadaan darurat.